Puisi tanpa judul

Apa yg kita cari, Apa yang kita tunggu,
Apa yang kita pikir malam ini,
Aku membuncahkan air mata dan menyatukan hati,
Kita hanya mengantri mati.
22 April 2008 – 01:28

Maaf aku seperti ksatria kehilangan kegagahan,
Meringkuk dalam kelam mendesis dalam compang camping kenangan,
Inginku dipelukmu hingga meregang lagang di awa-awa.
21 April 2008 – 23:12

Note:
Dua buah puisi yg kamu kirimkan waktu itu. Menurutmu… aku ini wanita yg kuat dan tangguh, tapi ternyata aku hanyalah wanita biasa yg akan menangis saat terluka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s