Tidak Seharusnya…

Kemarin sebuah pesan singkat masuk ke nomer esia saya, isinya singkat: “Mbak aku sudah putus sama dia.” Untuk sesaat aku terdiam dan bingung harus bersikap apa.

Masih lekat dalam ingatanku binar-binar mata sang dara saat bercerita soal hubungan mereka. HP tuaku sampai kepanasan menerima sms yg datang bertubi-tubi hehehe… khas luapan anak muda yg sedang dilanda cinta ya…

Aku tidak berani banyak bicara kali ini, takut salah bicara. Jujur aku menyayangkan berakhirnya hubungan mereka yg berakhir terlalu cepat. Memang sih agak sulit untuk dipertahankan karena situasinya sedikit rumit… atau sengaja dibuat rumit? Entahlah…

Bagaimanapun juga seorang wanita itu perlu sebuah pengakuan, tidak perlu sebuah pengumuman satu halaman penuh di Koran pagi tapi cukup perlakukanlah kami selayaknya orang yg kalian cinta dan sayangi.

Bila komitmen sudah diucapkan hari ini, maka kemarin adalah masa lalu dan esok adalah masa depan. Tinggalkan semua dibelakang kalian, jangan diungkit-ungkit lagi karena hanya akan membuka lama. Tapi kadang masa lalu bisa sangat mengganggu dan tidak bersedia ditinggalkan, diperlukan sebuah ketegasan dan kerelaan untuk melepasanya. Serta sebuah kebesaran hati untuk memaafkan.

Dan terakhir yg bisa aku pikirkan, bahkan seorang player sejati pun berhak untuk merasakan bahagia walau hanya sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s