Lampu Merah Rusak

Sejak kantor saya pindah ke daerah Veteran kurang lebih 1 bulan yg lalu. Saya berubah jadi pengamat jalan yg baik, kalau dulu saya biasa menunggu suami menjemput dengan tidur-tiduran di sofa kantor, sekarang tidak bisa lagi. Alasannya sih daripada nanti repot muternya padahal karena males nunggu di dalam gedung, asal sudah jam 18:30 sepiiiiiiii…..

Jadilah 30 menit sebelumnya saya sudah berdiri dengan manisnya di pertigaan. Awalnya terasa menyebalkan juga menunggu di pinggir jalan dan sempet risih skaligus GR karena banyak yg ngeliatin terutama para pengendara motor… sial ternyata mereka tukang ojek yg tengah mencari mangsa. Tapi lama-lama saya menikmati rutinitas menunggu di tepi jalan ini.

Asal tahu saja lampu merah di pertigaan ini rusak dari kapan tahu. Lampunya menyala merah terus. Hanya satu lampu dan pencatat menit yg masih bekerja dan itu satu-satunya lampu yg menjadi patokan para pengendara. Bagi yg sudah biasa lewat disini sudah maklum dan diam-diam berhitung di dalam hati, jadi ia tahu kapan waktunya harus jalan. Tapi buat yg masih baru disini sering kagok akibatnya banyak kejadian lucu sekaligus mengenaskan.

Dan yah… meskipun saya juga naik motor, lebih tepatnya boncenger, saya setuju kalau ada yg bilang pengendara motor itu brengsek. I agree with them. Tidak semua memang tapi kebanyakan seperti itu. Tapi jangan salah, anda yg naik mobil pun tak kalah konyolnya. Oo… anda tidak bisa membantah saya, 1 bulan lebih saya mengamati tingkah polah anda semua. Jadi daripada saling menyalahkan lebih baik saling memperbaiki diri.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s